Showing posts with label ekonomi. Show all posts
Showing posts with label ekonomi. Show all posts

Thursday, February 9, 2012

3 Hal Yang Harus Diperhatikan Untuk Melindungi Keluarga Anda

Jika ditanya apakah kita ingin melindungi keluarga kita, saya yakin kita akan menjawab 'Ya'. Jika ditanya apakah yang akan kita lakukan untuk melindungi keluarga kita? Maka kita akan menjawab apa yang terbaik yang kita bisa. Bukan begitu?

Sebagai sumber income keluarga kita bekerja untuk menghasilkan income/penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup, untuk kebutuhan pokok, kebutuhan sekolah anak, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya, namun pertanyaannya bagaimana jika income/penghasilan itu terhenti?
Ada beberapa hal utama yang perlu kita tahu bisa menyebabkan income/penghasilan terhenti, bukan agar kita khawatir tapi sebaliknya kita menjadi aware terhadap hal ini dan mempersiapkan diri dengan lebih baik :

1. PHK
Perusahaan tempat kita bekerja memiliki hak untuk memberhentikan kita. PHK bisa terjadi pada siapa saja, bahkan orang-orang terbaik di satu perusahaan karena banyak hal yang memicu perusahaan akhirnya mengambil keputusak untuk melakukan PHK. Untuk prosedur seharusnya perusahaan memberikan notifikasi minimal sebulan sebelumnya sebelum hari dimana karyawan diminta berhenti. Namun dalam banyak kasus masih banyak perusahaan yang tidak menerapkan aturan ini.

2. Sakit
Salah satu hal yang kita jaga adalah kesehatan, namun ada saatnya tubuh kita drop / daya tahan tubuh menurun sehingga jatuh sakit entah karena keletihan bekerja, ada masalah/beban pikiran, atau akumulasi dari pola hidup yang tidak sehat. Demam berdarah, tipes, diare, maag, adalah sejumlah penyakit yang sering dialami dan bisa menyebabkan seseorang perlu dirawat atau memerlukan bed rest/istirahat dalam beberapa hari bahkan untuk beberapa kasus bisa sampai beberapa minggu.

3. Kematian
Semua orang akan meninggal dunia hal ini adalah fakta yang tidak bisa diubah oleh siapapun, sekaya apapun orang tersebut, sebesar apapun kekuasaan yang dimilikinya. Kematian adalah hal yang paling berat dirasakan karena bukan hanya income/penghasilan yang terpengaruh namun kita juga kehilangan sosok orang yang kita kasihi.

Berikut adalah beberapa solusi yang bisa dilakukan :

1. Sebelum di PHK
Untuk kejadian PHK kita sebagai karwayan, bisa menyiapkan diri dengan selalu meningkatkan skill/keahlian kita sehingga jika hal ini terjadi kita bisa tetap yakin dengan nilai jual/value kita di perusahaan lain dimana kita bisa segera mencari pengganti. Terkait keuangan hal ini bisa diantisiapasi dengan memiliki Dana Darurat yang jumlahnya akan semakin besar dengan semakin banyaknya tanggungan, untuk yang sudah berkeluarga minimal 6 bulan gaji atau pengeluaran, sehingga kita memiliki waktu 6 bulan untuk mencari pekerjaan yang baru.

2. Sebelum datang Sakit
Tentu saja langkah utama yang harus dilakukan adalah menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat, mengatur makanan dan olahraga teratur. Namun hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah memiliki Asuransi Kesehatan, jika kantor tempat kita bekerja sudah menyiapkan Asuransi Kesehatan dan cukup maka kita tidak perlu membeli Asuransi Kesehatan lagi. Dana Darurat juga menjawab solusi agar jika skenario terburuknya ternyata perusahaan kita sementara memberhentikan gaji selama kita dirawat.

3. Sebelum datang Kematian
Untuk hal ini solusinya sudah pasti adalah kita harus mencari pengganti income/penghasilan yang biasanya ada, lalu menentukan siapa yang bisa melakukan ini. Jika pasangan hidup kita dalam hal ini suami/istri memiliki kesanggupan maka kita tahu bahwa secara nilai ekonomis, keluarga kita tidak harus menderita, namun jika pasangan kita terutama pihak wanita tidak bekerja dan tidak memiliki kompetensi untuk menghasilkan income sebesar yang dulu dihasilkan, maka tugas ini bisa dialihkan ke pihak Asuransi. Asuransi Jiwa yang murni dengan perhitungan yang benar akan dapat meng-cover kebutuhan hidup keluarga, minimal sampai dengan anak terkecil memasuki usia mapan/lulus kuliah.

Sebagian besar orang yang sudah menyadari hal ini akan melakukan sejumlah persiapan, namun ada juga yang sudah mengetahui namun merasa tidak perlu melakukan apa-apa. Semua pilihan kembali ke tangan kita masing-masing.

sumber gambar:
http://geholgaul.blogspot.com

Saturday, December 31, 2011

9 Resolusi Proaktif untuk Karier Cemerlang di 2012

Tahun segera berganti. Waktunya Anda memulai perencanaan karier agar lebih baik lagi di tahun depan. Anda bisa mengadopsi saran yang diberikan oleh Shelly Gorman, direktur managemen karier dari UNC Kenan-Flagler Business School, tentang beberapa resolusi proaktif yang bisa dilakukan untuk meningkatkan karier Anda.


1. Cek kembali manajemen karier Anda. 
Untuk memastikan Anda berada pada jalur karier yang tepat untuk Anda, maka tak ada salahnya untuk mengecek kembali dan intropeksi diri Anda dengan pertanyaan seperti, "Dalam pekerjaan ini apakah saya bisa sepenuhnya memanfaatkan keahlian saya?", "Apa visi lima tahun saya ke depan, dan apakah karier saya yang sekarang bisa mewujudkan hal ini?", "Apakah saya menikmati apa yang saya lakukan sekarang ini?"

2. Miliki pola pikir proaktif. 
Terkadang banyak orang yang terperangkap untuk selalu menunjukkan nilai dan kemampuan mereka, tapi sayangnya mereka tidak pernah mendapatkan apa yang mereka inginkan karena mereka tidak berpikir proaktif dan malu bertanya. Dalam manajemen karier, menjadi rendah hati dan proaktif memang sangat dibutuhkan.

3. Temukan "merek" Anda dan "jual diri" Anda. 
Seringkali, banyak orang tidak mampu "menjual diri" mereka dengan baik ketika mencari pekerjaan baru atau bersaing untuk mendapatkan posisi baru di kantor mereka saat ini. Temukan berbagai hal yang menjadi kekuatan Anda dalam bekerja. Setelah Anda menemukan kekuatan diri, Anda akan lebih mudah mengkomunikasikan keterampilan, potensi, dengan pekerjaan yang akan Anda lakukan.

4. Memotivasi diri. 
Untuk mendapatkan posisi dan karier yang lebih baik lagi maka Anda tak boleh berhenti untuk tetap belajar dan memotivasi diri. Ambillah sebuah kelas keterampilan atau kembali ke bangku kuliah untuk mengembangkan keterampilan dan memajukan karier Anda tanpa mengganggu pekerjaan Anda.

5. Membangun Networking. 
Tak bisa dipungkiri bahwa adanya jaringan atau networking bisa berpengaruh pada peningkatan karier Anda. Terutama jika pekerjaan Anda berhubungan dengan orang lain dan membutuhkan adanya hubungan dengan orang lain. Namun Gorman mengatakan, bahwa sebenarnya networking ini hanyalah sebagai alat pendukung untuk melakukan pekerjaan Anda, bukan sepenuhnya dapat membantu Anda mendapatkan pekerjaan.

6. Terus belajar. 
Jangan pernah malu untuk tetap terus belajar dari orang lain yang lebih sukses untuk membantu membangun kemajuan karier Anda. Namun, jangan hanya belajar dari satu orang saja, ada baiknya untuk belajar dari beberapa orang sukses sekaligus. Karena dengan berkonsultasi pada beberapa orang sekaligus, Anda dapat memperkaya wawasan dan pengetahuan dari berbagai sudut pandang.

7. Jangan terlalu banyak berasumsi. 
Jangan biarkan asumsi negatif Anda tentang industri atau posisi pekerjaan tertentu menghambat kemajuan karier Anda. Jika kebetulan Anda ditawarkan untuk mengisi posisi jabatan baru, maka jangan terlalu berasumsi negatif. Sebaiknya lakukan beberapa penelitian sederhana tentang pekerjaan tersebut dan posisinya agar Anda bisa melakukannya dengan baik. Jangan mudah menyerah dan pesimis sebelum Anda mencobanya karena terpengaruh berbagai asumsi negatif.
8. Buatlah perencanaan pengelolaan karier. 
Buatlah rencana manajemen karier Anda lengkap dengan tolok ukur dan metrik rencana kerja. Hal ini bertujuan untuk membantu visi kerja Anda tetap berada di jalur yang tepat. Selain bekerja, buatlah rencana untuk menghadiri berbagai pertemuan untuk menjalin relasi dengan orang lain sekaligus bisa membantu Anda untuk berpikir proaktif. Seringkali, orang-orang terlena dengan menjalankan kehidupan yang mengikuti arus. Padahal, waktu Anda akan lebih bermanfaat dan menyenangkan, karier pun semakin naik kelas, jika Anda memiliki rencana tertentu pada karier dan hidup.

9. Jadilah teman yang baik untuk diri sendiri. 
Kita seringkali mengandalkan teman baik untuk mendapatkan nasihat. Jika Anda begitu yakin dengan nasihat sahabat Anda, mengapa tak coba melakukannya terhadap diri sendiri? Percayalah bahwa Anda bisa memotivasi diri Anda jauh lebih baik karena Andalah yang paling tahu apa yang tepat untuk Anda dan hal yang paling baik yang bisa Anda lakukan.



Sumber :http://female.kompas.com
Gambar:http://anneahira.com


Topik Lainnya: ekonomi,  psikologi,  pendidikan,  tips, sains, teknologi